Showing posts with label Biografi Habib. Show all posts
Showing posts with label Biografi Habib. Show all posts
Manaqib Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi (Shahib Simthuddurar)
Manaqib Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi (Shahib Simthuddurar)
Penggubah Untaian Mutiara Kehidupan Rasulullah SAW, Maulid Simthuddurar, Al Allamah Arifbillah Al Imam Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi dilahirkan di Qasam, Yaman pada hari Jum’at, tanggal 24 Syawwal 1259 H (1839 M). Nama Ali adalah pemberian dari Al Allamah Arifbillah Al Habib Abdullah bin Husain bin Thohir Ba’alawi untuk bertabarruk dari Imam Ali Khali Qasam.
AlHabib Hasan bin Ja`far Assegaf
Habib Hasan bin Ja’far Assegaf lahir di bogor tahun 1977, di tengah-tengah wilayah para ulama besar termasuk almarhum kakek beliau Al Imam Al Qutub Al Habib Abdullah bin Muhsin Alatas sebagai pemimpin para wali dizamannya. Silsilah beliau menyambung dari ibundanya, yaitu Syarifah Fatmah binti Hasan bin Muhsin bin Abdullah Alatas.
SYEIKH ABDUL QODIR JAELANI
SYEIKH ABDUL QODIR JAELANI
Dalam usia 8 tahun ia sudah meninggalkan Jilan menuju Baghdad pada tahun 488 H/1095 M.Karena tidak diterima belajar di Madrasah Nizhamiyah Baghdad,yang waktu itu dipimpin Ahmad al-Ghazali,yang menggantikan saudaranya Abu Hamid al-Ghazali.
HABIB MUNZIR AL MUSAWWA
HABIB MUNZIR AL MUSAWWA
Berikut ini adalah biografi dari HABIB MUNZIR BIN FUAD AL-MUSAWA yang dijelaskan oleh beliau.
"Ayah saya bernama Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatera selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana, beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas cianjur jawa barat."
"Ayah saya bernama Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatera selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana, beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas cianjur jawa barat."
AL HABIB JA’FAR BIN SYAIKHAN
AL HABIB JA’FAR BIN SYAIKHAN
Beliau adalah Al Habib Ja’far bin Syaikhan bin Ali bin Hasyim bin Syeikh bin Muhammad bin Hasyim Assegaf. Beliau dilahirkan di kota Ghurfah, Hadramaut pada tahun 1298 H. Sebagaimana kebanyakan para Salaf Bani Alawi, semenjak kecil beliau mendapat pendidikan langsung dari ayahnya, Al-Habib Syaikhan bin Ali Assegaf. Selain beliau menuntut ilmu kepada ayahnya, beliau juga mengambil ilmu dari ulama-ulama besar di Hadramaut, diantaranya :Al-Habib Idrus bin Umar Alhabsyi (pengarang ‘Iqdul Yawaaqit)
Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi
Al-Imam Al-Habib Ahmad bin Hasan Alatas
Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi
Al-Imam Al-Habib Ahmad bin Hasan Alatas
HABIB HUSEIN BIN MUHAMMAD BIN THOHIR AL-HADDAD
HABIB HUSEIN BIN MUHAMMAD BIN THOHIR AL-HADDAD
Maula dari Jombang
Ia dikenal sebagai orang yang memperhatikan kepentingan kaum muslimin.
Jombang dikenal sebagai tempat belajar santri-santri dari berbagai pelosok Indonesia. Di kabupaten ini paling tidak ada dua pondok pesantren yang dijadikan rujukan oleh pesantren-pesantren salaf di Indonesia, yakni Pondok Pesantren Darul Ulum (didirikan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah) dan Pesantren Tebuireng (didirikan oleh KH.Hasjim Asy’ari.). Tak heran jika kota Jombang, menjadi rujukan kunjungan tamu-tamu baik ulama’ maupun auliya’ dari berbagai belahan dunia. Mereka berkunjung untuk bertukar ilmu dan sambil menyebarkan dakwah.
Salah satunya adalah Habib Husain bin Muhammad Al-Haddad. Ia dilahirkan di kota Geydoon, Hadramaut, Yaman Selatan pada 1302 H. Sedari kecil ia telah dididik oleh aayah dan kakeknya, dalam lingkungan yang sarat religius, penuh ketakwaan dan kebajikan.
Ia dikenal sebagai orang yang memperhatikan kepentingan kaum muslimin.
Jombang dikenal sebagai tempat belajar santri-santri dari berbagai pelosok Indonesia. Di kabupaten ini paling tidak ada dua pondok pesantren yang dijadikan rujukan oleh pesantren-pesantren salaf di Indonesia, yakni Pondok Pesantren Darul Ulum (didirikan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah) dan Pesantren Tebuireng (didirikan oleh KH.Hasjim Asy’ari.). Tak heran jika kota Jombang, menjadi rujukan kunjungan tamu-tamu baik ulama’ maupun auliya’ dari berbagai belahan dunia. Mereka berkunjung untuk bertukar ilmu dan sambil menyebarkan dakwah.
Salah satunya adalah Habib Husain bin Muhammad Al-Haddad. Ia dilahirkan di kota Geydoon, Hadramaut, Yaman Selatan pada 1302 H. Sedari kecil ia telah dididik oleh aayah dan kakeknya, dalam lingkungan yang sarat religius, penuh ketakwaan dan kebajikan.
AL-HABIB ALWI BIN MUHAMMAD ALHADDAD
AL-HABIB ALWI BIN MUHAMMAD ALHADDAD
Al-Habib Alwi bin Muhammad Alhaddad dilahirkan di kota Qeidun, Hadramaut, pada tahun 1299 H. Sanad keturunan beliau termasuk suatu silsilah dzahabiyyah, sambung-menyambung dari ayah yang wali ke kakek wali, demikian seterusnya sampai bertemu dengan Rasulullah SAW. Sebagaimana kebanyakan para Saadah Bani Alawi, beliau dibesarkan dan dididik oleh ayahnya sendiri Al-Habib Muhammad bin Thohir bin Umar Alhaddad.
Kakek beliau Al-Habib Thohir bin Umar Alhaddad adalah seorang ulama besar di kota Geidun, Hadramaut. Sedangkan ayah beliau adalah seorang Wali min Auliyaillah dan ulama besar yang hijrah dari kota Geidun, Hadramaut ke Indonesia dan menetap di kota Tegal. Beliau Al-Habib Thohir banyak membaca buku dibawah pengawasan dan bimbingan ayah dan kakek beliau, sehingga diberi ijazah oleh ayah dan kakeknya sebagai ahli hadist dan ahli tafsir.
Kakek beliau Al-Habib Thohir bin Umar Alhaddad adalah seorang ulama besar di kota Geidun, Hadramaut. Sedangkan ayah beliau adalah seorang Wali min Auliyaillah dan ulama besar yang hijrah dari kota Geidun, Hadramaut ke Indonesia dan menetap di kota Tegal. Beliau Al-Habib Thohir banyak membaca buku dibawah pengawasan dan bimbingan ayah dan kakek beliau, sehingga diberi ijazah oleh ayah dan kakeknya sebagai ahli hadist dan ahli tafsir.
HABIB SHOLEH BIN MUHSIN AL HAMID ( TANGGUL JEMBER JAWA TIMUR)
HABIB SHOLEH BIN MUHSIN AL HAMID ( TANGGUL JEMBER JAWA TIMUR)
Beliau adalah seorang wali qhutub yang lebih dikenal Dengan nama habib Sholeh Tanggul, Ulama karismatik yang berasal dari Hadro maut pertama kali melakukan da’wahnya ke Indonesia sekitar tahun 1921 M dan menetap di daerah tanggul Jember Jawa timur. Habib Sholeh lahir tahun 1313 H dikota Korbah , ayahnya bernama Muhsin bin Ahmad juga seorang tokoh Ulama dan Wali yang sangat di cintai masyarakat , Ibunya bernama Aisyah ba umar
AL-HABIB ABDURROHMAN BIN ZEIN BIN ALI AL-JUFRI
Sayyidy al-Habib Abdurrohman bin Zein bin Ali bin Ahmad al-Jufri dilahirkan
tahun 1938 di Semarang. Ayahanda beliau seorang ulama’ yang terkenal
dengan ketinggian akhlaqnya, keluasan ilmunya, kesederhanaan hidupnya,
yaitu Sayyidy al-Habib Zein bin Ali bin Ahmad al-Jufri, Ibunda beliau adalah
wanita sholehah Sayyidah Hababah Sidah binti Muhdlor Assegaf.
tahun 1938 di Semarang. Ayahanda beliau seorang ulama’ yang terkenal
dengan ketinggian akhlaqnya, keluasan ilmunya, kesederhanaan hidupnya,
yaitu Sayyidy al-Habib Zein bin Ali bin Ahmad al-Jufri, Ibunda beliau adalah
wanita sholehah Sayyidah Hababah Sidah binti Muhdlor Assegaf.
Ketika usia beliau 8 tahun, beliau diantar oleh ayahanda beliau ke kota Tarim
di Hadromaut (Yaman) untuk belajar pada Sayyidy al-Habib Abdulloh bin
Umar as-Syatiri. Beberapa guru beliau di sana adalah Sayyidy al-Habib Alwiy
bin Abdulloh bin Shihab, Sayyidy al-Habib Ali bin Hafidz bin Syeh Abubakar,
Sayyidy al-Habib Ali bin Toha al-Haddad dll. Di Hadromaut, beliau mendapat
ijazah pembacaan Maulid al-Ahzab secara langsung dari Syekh Muhammad
al-Ahzab.
di Hadromaut (Yaman) untuk belajar pada Sayyidy al-Habib Abdulloh bin
Umar as-Syatiri. Beberapa guru beliau di sana adalah Sayyidy al-Habib Alwiy
bin Abdulloh bin Shihab, Sayyidy al-Habib Ali bin Hafidz bin Syeh Abubakar,
Sayyidy al-Habib Ali bin Toha al-Haddad dll. Di Hadromaut, beliau mendapat
ijazah pembacaan Maulid al-Ahzab secara langsung dari Syekh Muhammad
al-Ahzab.
Setelah 8 tahun di Hadromaut, beliau kembali ke Indonesia, beliau belajar
pada Sayyidy al-Habib Ahmad bin Umar Assegaf (Semarang), Sayyidy al-
Habib Toha bin Umar Assegaf (Semarang), Sayyidy al-Habib Ali bin Ahmad
(Pekalongan), Sayyidy al-Habib Ali bin Ahmad al-’Atthos (Pekalongan),
Sayyidy al-Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Sayyidy al-Habib Ali bin
Abdurrohman as-Syatiri (Jakarta) dll.
pada Sayyidy al-Habib Ahmad bin Umar Assegaf (Semarang), Sayyidy al-
Habib Toha bin Umar Assegaf (Semarang), Sayyidy al-Habib Ali bin Ahmad
(Pekalongan), Sayyidy al-Habib Ali bin Ahmad al-’Atthos (Pekalongan),
Sayyidy al-Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Sayyidy al-Habib Ali bin
Abdurrohman as-Syatiri (Jakarta) dll.
Beliau mengatakan jika sedang di Jakarta, beliau tidak lupa mengunjungi salah
satu dua Habib Ali, yaitu Sayyidy al-Habib Ali bin Abdurrohman al-Habsyi
dan Sayyidy al-Habib Ali bin Husein al-’Atthos.
satu dua Habib Ali, yaitu Sayyidy al-Habib Ali bin Abdurrohman al-Habsyi
dan Sayyidy al-Habib Ali bin Husein al-’Atthos.
AL-HABIB ALI BIN ABU BAKAR AS-SEGGAF
Selain dikenali orang
sebagai seorang wali beliau juga salah seorang tokoh ulama yang kenamaan.
Beliau sering memberitahukan apa yang tersembunyi dalam hati murid-murid
beliau.
Salah seorang murid
beliau yang bernama Soleh Bahramil berkata: “Pada suatu kali ketika aku sedang
sibuk berzikir di tengah majlis beliau, tibatiba di hatiku tergerak sesuatu
yang mengganggu zikirku. Beliau menoleh padaku sambil berkata: “Berzikir itu jauh
lebih penting dari apa yang tergerak di hatimu”.
Seorang wanita yang
bernama Nahyah binti Mubarak Barasyid pernah tergerak dalam hatinya: “Jika
hajatku dikabulkan oleh Allah, ia akan membuatkan sehelai selimut dengan
tangannya sendiri untuk Sayid Ali bin Abu Bakar As-Seggaf. Setelah Allah
mengabulkan ia terlupa dengan niat dalam hatinya. Sayid Abu Bakar As-Seggaf
mengutus salah seorang untuk mengingatkan niat yang tersimpan dalam hati wanita
itu. Dengan malu wanita itu membuatkannya segera selimut yang akan dihadiahkan
pada Sayid Ali.
AL-HABIB JA’FAR BIN SYAIKHAN ASSEGAF
Beliau adalah Al-Habib
Ja’far bin Syaikhan bin Ali bin Hasyim bin Syeikh bin Muhammad bin Hasyim
Assegaf. Beliau dilahirkan di kota Ghurfah, Hadramaut pada tahun 1298 H.
Sebagaimana kebanyakan para Salaf Bani Alawi, semenjak kecil beliau mendapat
pendidikan langsung dari ayahnya, Al-Habib Syaikhan bin Ali Assegaf. Selain
beliau menuntut ilmu kepada ayahnya, beliau juga mengambil ilmu dari
ulama-ulama besar di Hadramaut, diantaranya :
Al-Habib Idrus bin
Umar Alhabsyi (pengarang ‘Iqdul Yawaaqit)
Al-Imam Al-Qutub
Al-Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi
Al-Imam Al-Habib Ahmad
bin Hasan Alatas
Beberapa tahun
kemudian, berangkatlah beliau ke kota Makkah untuk menunaikan ibadah haji.
Semangat beliau untuk menuntut ilmu seakan tak pernah pupus. Kesempatan beliau
berada di kota Makkah tak beliau sia-siakan. Kesempatan itu beliau pergunakan
untuk menuntut ilmu dari para ulama yang ada disana, diantaranya :
Al-Habib Husin bin
Muhammad Alhabsyi
Al-Habib Muhammad bin
Salim As-Sirry






